IMG-20260926-WA0062
Bangka Barat

Karhutla Babar Belum Reda, 388 Hektare Lahan Terbakar

×

Karhutla Babar Belum Reda, 388 Hektare Lahan Terbakar

Sebarkan artikel ini
Kodim Babar bantu padamkan kebakaran lahan di Mentok. Foto: Pendim.
Kodim Babar bantu padamkan kebakaran lahan di Mentok. Foto: Pendim.

BANGKA BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, di tengah kondisi kemarau yang belum sepenuhnya berakhir. Ratusan kejadian kebakaran tercatat terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan sebagian besar menyasar lahan terbuka yang mudah terbakar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, sebanyak 336 kejadian karhutla tercatat sejak Agustus hingga awal Oktober 2026. Dari ratusan kejadian tersebut, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 388,7 hektare.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal, mengatakan kebakaran paling banyak terjadi di kawasan semak belukar dan perkebunan masyarakat.

“Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat api lebih mudah menyala dan menyebar. Situasi tersebut diperparah dengan tiupan angin kencang yang dapat mempercepat penjalaran api dari satu titik ke wilayah lainnya,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Selain faktor cuaca, BPBD Bangka Barat juga menduga kelalaian manusia menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kebakaran. Aktivitas masyarakat di sekitar lahan kering dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan sumber api.

“Meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah, kondisi tersebut belum sepenuhnya mengurangi risiko kebakaran. Curah hujan yang ada dinilai belum cukup untuk meningkatkan ketersediaan air, sementara kondisi musim kemarau masih berlangsung,” katanya.

Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kejadian karhutla memang mulai menunjukkan tren penurunan. Namun, kebakaran masih ditemukan di sejumlah lokasi sehingga kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan.

Safrizal mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya ketika berada di kawasan dengan kondisi lahan kering.

“BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di lahan kering,” ujar Safrizal.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pelaporan lebih awal dinilai penting agar petugas dapat melakukan penanganan dengan cepat sebelum api menjalar dan menyebabkan kebakaran meluas.

error: