NASIONAL – Pemerintah memastikan tarif tenaga listrik pada triwulan pertama tahun 2026 tidak mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif sejak Kamis, 1 Januari 2026, dan diterapkan untuk seluruh golongan pelanggan di Indonesia.
Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di awal tahun. Dengan tarif listrik yang tetap, pemerintah berharap beban pengeluaran rumah tangga maupun pelaku usaha tidak bertambah di tengah meningkatnya kebutuhan awal tahun.
PT PLN menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kebijakan tersebut. Perusahaan listrik negara itu berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi serta memastikan kualitas layanan tetap optimal selama periode triwulan pertama 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi pada dasarnya dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Penyesuaian tersebut mengacu pada sejumlah indikator ekonomi makro.
Empat parameter utama yang menjadi dasar perhitungan tarif listrik meliputi nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, harga batubara, serta Indonesian Crude Price (ICP). Seluruh mekanisme penghitungan ini berlandaskan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024.
Berdasarkan hasil evaluasi parameter tersebut, secara formula tarif listrik sebenarnya berpotensi mengalami perubahan. Namun, pemerintah memutuskan untuk menahan tarif demi menjaga daya beli masyarakat dan memberikan kepastian biaya energi pada awal tahun 2026.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa tarif listrik bagi 25 golongan pelanggan subsidi tetap tidak berubah. Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam mengelola pengeluaran kebutuhan sehari-hari.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyambut baik keputusan pemerintah tersebut. Menurutnya, kepastian tarif listrik tanpa kenaikan sangat membantu masyarakat dalam merencanakan kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas usaha.













