Ia meminta informasi mengenai dugaan pelanggaran tidak langsung dipublikasikan sebelum pihak yang dituduh diberikan kesempatan untuk memberikan penjelasan.
“Kami terbuka terhadap proses klarifikasi dan konfirmasi media sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Tapi jangan tayang dulu baru konfirmasi. Yang benar, informasi dulu baru tayang,” ujarnya.
Andri kembali menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang terbukti dilakukan petugas maupun warga binaan akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, apabila informasi atau tuduhan yang beredar tidak dapat dibuktikan, pihak Rutan Muntok tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi tersebut.
“Kami tidak pernah mau menanggapi isu-isu yang tidak benar dan tidak penting bagi kinerja Rutan Muntok. Kami fokus pada kegiatan positif dan pembinaan warga binaan sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.















