BANGKA BARAT – Polemik pengisian BBM menggunakan jerikenn di SPBU 24.333.128 Pal 3 Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mendapat tanggapan dari pihak pengelola. Kuasa Hukum SPBU, Iedil Fadhliyansyah menyampaikan klarifikasi terkait jenis BBM yang disebut dalam peristiwa tersebut.
Menurut Iedil, hasil pengecekan dan klarifikasi dengan pihak SPBU menunjukkan BBM yang dibeli kendaraan dalam peristiwa tersebut bukan Pertalite, melainkan Pertamax yang merupakan BBM nonsubsidi.
“BBM yang dibeli oleh kendaraan tersebut adalah Pertamax, yaitu BBM non-subsidi,” kata Iedil Fadhliyansyah, Sabtu (3/10/2026).
Iedil menilai, kepastian mengenai jenis BBM menjadi hal penting sebelum suatu transaksi dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Ia juga membantah anggapan bahwa kendaraan tersebut dapat langsung disebut sebagai pelangsir BBM subsidi hanya karena terdapat jerigen atau wadah di dalam kendaraan.
“Tidak dapat serta-merta disimpulkan bahwa seseorang adalah pelangsir BBM bersubsidi hanya karena terdapat wadah atau jerigen di dalam kendaraan,” ujarnya.
Kuasa Hukum Minta Fakta Transaksi Diverifikasi
Iedil juga mempertanyakan proses konfirmasi sebelum informasi mengenai peristiwa tersebut diberitakan.
Menurutnya, pihak SPBU maupun manajemen belum terlebih dahulu dimintai keterangan mengenai jenis BBM, volume pembelian, data transaksi, petugas yang melayani hingga rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Padahal, kata Iedil, sejumlah data tersebut dapat menjadi dasar untuk mengetahui secara lebih jelas kronologi dan fakta transaksi yang dipersoalkan.
“Konfirmasi sederhana kepada pihak SPBU dapat memberikan informasi penting mengenai jenis BBM yang dibeli, status BBM sebagai subsidi atau non-subsidi, volume pembelian, data transaksi, identitas petugas, rekaman CCTV dan kronologi transaksi,” katanya.
Di tengah bantahan tersebut, pihak SPBU melalui kuasa hukumnya menyatakan tidak keberatan apabila aparat atau pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap transaksi yang dipersoalkan.
Menurut Iedil, pemeriksaan dapat dilakukan terhadap rekaman CCTV hingga data transaksi untuk memastikan jenis BBM yang sebenarnya dibeli.















