IMG-20260926-WA0062
Bangka Barat

Penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian Sempat Tertunda Gegara Kabut Asap

×

Penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian Sempat Tertunda Gegara Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Pemantauan di Pelabuhan Tanjung Kalian. Foto: Istimewa.
Pemantauan di Pelabuhan Tanjung Kalian. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Kabut asap yang menyelimuti rute penyebrangan Pelabuhan Tanjung Kalian-Tanjung Api-Api sempat menghambat aktivitas penyeberangan kapal pada pagi hari.

Jarak pandang yang terbatas membuat keberangkatan kapal harus ditunda sementara demi menjaga keselamatan pelayaran.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Mentok, Zefli Agustian, menjelaskan bahwa jarak pandang di perairan sempat menurun hingga sekitar setengah mil.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan bagi pihak terkait untuk tidak memaksakan keberangkatan kapal sebelum situasi dinilai aman.

“Salah satu kapal yang sempat mengalami penundaan adalah KNP Belanak. Meski kapal tersebut sudah bersandar dan berada dalam posisi untuk melakukan pemuatan, keberangkatannya tetap ditahan sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang,” katanya, Jumat (16/10/2026).

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pengelola pelabuhan dan nakhoda kapal yang beroperasi di kawasan tersebut, termasuk nakhoda KNP Belanak dan Dharma Kertika 8.

Stasiun Radio Pantai (SROP) juga aktif menyampaikan informasi serta peringatan kepada kapal-kapal sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Langkah ini dilakukan agar seluruh pihak memperoleh informasi terkini mengenai kondisi perairan sebelum mengambil keputusan untuk berlayar.

“Setelah kondisi berangsur membaik, jarak pandang dilaporkan meningkat menjadi sekitar dua hingga tiga mil. Pihak terkait kemudian berkoordinasi dengan nakhoda untuk menilai kelayakan keberangkatan berdasarkan situasi aktual di lapangan,” katanya.

Hasil koordinasi tersebut memungkinkan tiga kapal, yakni Dharma Santosa, Munic 7, dan Dharma Kertika 31, diberangkatkan secara bertahap dari Pelabuhan Tanjung Api-Api.

“Meski penyeberangan kembali berjalan, penundaan pada awal operasional berdampak terhadap jadwal keberangkatan sejumlah kapal. Dharma Santosa, yang semestinya berangkat lebih dahulu, turut mengalami keterlambatan sehingga jadwal pelayaran berikutnya ikut bergeser dari waktu normal,” ucapnya.

error: