BANGKA BARAT – Sebanyak 182 warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangka Barat bersiap menjalani pemeriksaan mata dalam rangkaian program pelayanan operasi katarak. Skrining bagi calon pasien tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026 di sejumlah Puskesmas yang tersebar di masing-masing kecamatan.
Pemeriksaan awal ini menjadi tahapan sebelum peserta menjalani operasi katarak yang direncanakan berlangsung selama lima hari, yakni pada 26 hingga 30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang.
Program tersebut merupakan kegiatan pelayanan kesehatan yang secara rutin dilaksanakan Rudianto Tjen melalui Rudi Center bersama DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat, terutama warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Di Kabupaten Bangka Barat, pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh M. Addahari, SH, bersama jajaran PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Bangka Barat dan sejumlah pihak terkait.
Untuk memudahkan masyarakat, proses skrining dilakukan di Puskesmas pada masing-masing kecamatan. Dengan pola tersebut, calon pasien dapat menjalani pemeriksaan awal di wilayah masing-masing sebelum ditentukan kelayakannya untuk mengikuti operasi.
Skrining yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 akan menjadi dasar bagi tim medis untuk mengetahui kondisi mata serta kesehatan calon pasien. Peserta yang memenuhi persyaratan medis selanjutnya akan diarahkan mengikuti tindakan operasi katarak.
M. Addahari, SH, selaku Koordinator kegiatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Barat, mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga yang mengalami keterbatasan penglihatan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bangka Barat. Sebanyak 182 calon pasien akan mengikuti skrining terlebih dahulu dan selanjutnya peserta yang memenuhi persyaratan medis akan mengikuti operasi katarak di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Ia menyebut pelayanan operasi katarak tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan gangguan penglihatan.















