Sasaran tambahan juga meliputi pembangunan lima titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, rehabilitasi empat unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembukaan lahan pertanian seluas satu hektare, serta penanaman 1.000 bibit pohon keras dan buah.
Kegiatan lainnya berupa pembersihan fasilitas umum dan penyaluran 100 paket bantuan nutrisi tambahan bagi anak-anak yang mengalami stunting. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan lingkungan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta peningkatan kesehatan masyarakat.
TMMD Tak Hanya Fokus pada Pembangunan Fisik
Selain pekerjaan infrastruktur, TMMD ke-130 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik untuk memperkuat kapasitas dan pengetahuan masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan penanganan stunting, pelayanan Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara, serta sosialisasi penerimaan prajurit TNI.
Satgas TMMD juga menjadwalkan penyuluhan hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bahaya narkoba, serta pembinaan teknis di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Rangkaian kegiatan ini dirancang agar manfaat TMMD tidak hanya terlihat dari pembangunan sarana fisik, tetapi juga melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan, keamanan, dan pengembangan potensi ekonomi desa.
Markus Dorong Gotong Royong Masyarakat
Bupati Bangka Barat Markus menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0431/Bangka Barat, atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah melalui program TMMD.
Menurut Markus, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
“Program TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Melalui kegiatan ini, kita berharap berbagai kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Markus.










