<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

4 Pos Disiagakan untuk Operasi Lilin Menumbing Hingga Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

×

4 Pos Disiagakan untuk Operasi Lilin Menumbing Hingga Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
AKBP Pradana Aditya. Foto: Istimewa Humas Polres Babar.
AKBP Pradana Aditya. Foto: Istimewa Humas Polres Babar.

BANGKA BARAT – Polres Bangka Barat meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dengan melakukan pemantauan ketat di sejumlah area wisata serta lokasi rawan bencana hidrometeorologi.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya selama masa libur akhir tahun.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kita ada pemantauan area wisata dan beberapa lokasi untuk diantisipasi bencana terkait dengan hidrometeorologi,” ujar AKBP Pradana Aditya Nugraha, Selasa (16/12/2025).

Dalam mendukung pengamanan tersebut, Polres Bangka Barat menyiapkan empat pos yang tersebar di sejumlah titik strategis. Satu pos pelayanan ditempatkan di Pelabuhan Tanjung Kalian, sementara tiga pos pengamanan disiagakan di wilayah Kelapa dan Parittiga.

Selain fokus pada pengamanan wilayah dan potensi bencana, Polres Bangka Barat juga melakukan koordinasi dengan panitia Natal di masing-masing gereja.

“Koordinasi ini meliputi pemetaan lokasi serta penyesuaian waktu ibadah guna memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan aman dan kondusif,” tuturnya.

Kapolres menegaskan, sinergi antara kepolisian, panitia gereja, serta instansi terkait menjadi kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap terkendali selama perayaan Natal dan libur akhir tahun di Kabupaten Bangka Barat.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: