BANGKA BARAT – Polres Bangka Barat memberikan pendampingan psikologis kepada seorang anak yang menyaksikan langsung peristiwa pembacokan terhadap orang tuanya di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Pendampingan ini dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi emosional anak setelah mengalami peristiwa kekerasan yang berpotensi menimbulkan trauma.
Melalui personel Polisi Wanita (Polwan), Polres Bangka Barat memberikan layanan trauma healing pada Senin (19/10/2026). Langkah tersebut dilakukan sehari setelah peristiwa pembacokan yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) dini hari.
Pendampingan diberikan dengan pendekatan humanis dan penuh perhatian. Para Polwan berupaya menciptakan suasana yang nyaman agar anak tersebut dapat merasa lebih aman, tenang, serta memperoleh dukungan emosional di tengah situasi sulit yang dialaminya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polwan melakukan konseling sederhana, menjalin komunikasi yang menenangkan, serta memberikan perhatian dan hiburan sesuai dengan kondisi anak. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut dan mendukung proses pemulihan psikologisnya.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap anak yang terdampak langsung oleh peristiwa kekerasan.
“Ketika melihat seorang anak harus menyaksikan kejadian seberat itu, tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, personel Polwan hadir untuk memberikan pendampingan dan konseling agar anak tersebut merasa aman, mendapatkan perhatian, serta tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian,” ujar IPTU Yos Sudarso.
Ia menjelaskan, penanganan kasus kekerasan tidak hanya berkaitan dengan proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kondisi korban dan orang-orang yang terdampak, terutama anak yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
“Polres Bangka Barat berupaya hadir dengan pendekatan yang humanis. Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan, terlebih setelah mengalami peristiwa yang dapat mengguncang kondisi psikologis mereka,” katanya.















