<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Komitmen Pemkab Bangka Barat Atasi Buta Aksara Al-Qur’an

×

Komitmen Pemkab Bangka Barat Atasi Buta Aksara Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat. Foto: Diskominfo Bangka Barat
Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat. Foto: Diskominfo Bangka Barat

SOROTAN BANGKA – Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, Sukirman – Bong Ming Ming melaksanakan salat Ied Idulfitri 1 Syawal 1445 Hijriah di lapangan Gelora Mentok, Rabu (10/4/2024) pagi.

Dalam sambutannya, Sukirman meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bangka Barat. Namun, ia meminta masyarakat terus untuk mendukung pembangunan di kabupaten yang berjuluk Negeri Sejiran Setason tersebut.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kami bukan orang yang sempurna dan namanya manusia pasti salah, mewakil Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan segenap keluarga meminta maaf,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming mengatakan Iduifitri salah satu hari kemenangan umat Islam setelah melalui ujian selama puasa Ramadan. Ia berharap dengan telah satu bulan penuh berpuasa puasa di bulan ramadan menjadi bekal untuk bulan-bulan berikutnya untuk menjadi manusia yang lebih baik.

“Kita sudah melalui ujian atau sudah melaksanakan ibadah puasa sebelum penuh masyallah itu adalah sebagai tarbiah kita semua,” ucapnya.

Disamping itu, pihaknya lanjut Bong Ming Ming bakal memperhatikan bantuan kitab suci Alquran bagi masyarakat Bangka Barat dan sekitarnya. Hal itu dilakukan seiring dengan pernyataan Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto beberapa waktu lalu yang mengatakan terdapat sebanyak 72 persen umat muslim Indonesia mengalami buta aksara Al-Quran.

“Seharusnya itu (pemberian bantuan), kita harus memberikan perhatian bagi tempat pendidikan agama Islam termasuk TPA. Karena kami berharap daerah kita menjadi kabupaten yang beriman serta lancar membaca dan mengamalkan Alquran,” katanya.

Sebelumnya pada saat momen safari Ramadan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memberikan sejumlah kitab suci Alquran kepada pengurus masjid.

Termasuk juga pemberian bantuan Alquran kepada pihak SMPN 1 Simpang Teritip yang memiliki program khataman Alquran.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: