HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Bangka Barat

Pegawai Ungkap Kronologi Kebakaran Mobil Damkar

×

Pegawai Ungkap Kronologi Kebakaran Mobil Damkar

Sebarkan artikel ini
Pegawai Damkar Bangka Barat, Gani Akbar. Foto: Oma Kisma.
Pegawai Damkar Bangka Barat, Gani Akbar. Foto: Oma Kisma.

BANGKA BARAT – Insiden kebakaran yang menghanguskan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terjadi di garasi Kantor Satpol PP dan Damkar, Minggu (12/7/2026) pagi. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang pegawai Damkar yang hendak memulai jadwal piket.

Saksi sekaligus pegawai Damkar Bangka Barat Gani Akbar, mengaku terkejut saat tiba di kantor. Ia melihat kepulan asap tebal keluar dari garasi sebelum akhirnya mengetahui api telah membakar bagian dalam kendaraan operasional pemadam kebakaran tersebut.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Pas saya masuk udah ada asap keluar dari garasi situ, ada api di dalam mobil kemudian saya lari ke dalam. Tidak ada orang, akhirnya saya ke tempat mantan kepala dinas saya karena berhubung rumahnya dekat dengan kantor sini. Akhirnya beliau membantu saya melakukan pemadaman,” ujar Gani.

Menurut Gani, upaya pemadaman pertama dilakukan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, kobaran api tidak berhasil dipadamkan sehingga ia berinisiatif mengambil air secara manual menggunakan ember dari kamar mandi kantor.

“Karena dengan APAR itu tadi tidak telayan, tidak bisa memadamkan. Saya coba pakai air, pakai ember segala macam. Kemudian tidak lama Kabid Damkar datang bersama teman-teman untuk membantu proses pemadaman api tersebut,” katanya.

Dani mengatakan dirinya dijadwalkan mulai bertugas pukul 08.00 WIB. Namun saat tiba di kantor, kondisi lokasi disebut sudah kosong tanpa adanya petugas piket.

“Masuknya jam 8. Saya kebetulan pas saya ke rumah Pak Darta itu saya lihat untuk menelpon teman-teman saya jam 8 lewat. Posisi saya sudah di rumah Pak Darta,” ujarnya.

Di tengah upaya pemadaman, Dani juga diminta menghubungi rekan-rekan Damkar lainnya melalui telepon dan grup komunikasi agar segera datang memberikan bantuan.

“Posisi saya sudah melakukan pemadaman, Pak Darta sudah di sini, dia koordinasi mungkin dengan instansi lain minta tolong bantuan. Saya juga disuruh mengabari di grup untuk menelpon teman-teman, karena kebetulan api semakin membesar, saya tidak sempat lagi menelepon, saya fokus lari-lari mengambil air untuk melakukan pemadaman mobil,” katanya.

error: