HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Bangka Barat

Festival Nambul Jerieng Jadi Magnet Wisata Budaya

×

Festival Nambul Jerieng Jadi Magnet Wisata Budaya

Sebarkan artikel ini
Festival Nambul Jerieng Desa Air Limau. Foto: Dedra Helen.
Festival Nambul Jerieng Desa Air Limau. Foto: Dedra Helen.

BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat, Markus, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Festival Nambul Hasil Bumi Jerieng sebagai warisan budaya yang sarat makna serta menjadi kekuatan dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Festival yang digelar di kawasan wisata Kulong Cepakek, Desa Air Limau, Kecamatan Mentok, dinilai bukan hanya sebagai agenda budaya, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Markus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Air Limau, panitia pelaksana, dan seluruh masyarakat Jerieng yang telah bergotong royong menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Festival ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya lokal sekaligus memperkenalkan potensi wisata Bangka Barat kepada masyarakat luas.

Menurut Markus, Festival Nambul Hasil Bumi Jerieng memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberkahan hasil pertanian, kesuburan tanah, dan kesejahteraan yang diterima selama ini.

“Kegiatan Nambul Hasil Bumi bukan sekadar acara seremonial atau hiburan semata. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur mendalam kita kepada Sang Pencipta atas kelimpahan hasil bumi, kesuburan tanah, dan kesejahteraan yang telah dianugerahkan kepada masyarakat di daerah ini,” katanya, Sabtu (11/7/2026).

Ia menegaskan, melalui festival tersebut masyarakat tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan festival, tetapi juga menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Markus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Festival Nambul sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap budaya daerah.

error: