<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Geger Suami di Bangka Barat Sandera Istri dengan Senjata Tajam

×

Geger Suami di Bangka Barat Sandera Istri dengan Senjata Tajam

Sebarkan artikel ini
Caption: Aksi penyanderaan yang dilakukan oleh Andot. Foto: Istimewa.
Caption: Aksi penyanderaan yang dilakukan oleh Andot. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Seorang suami di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diketahui bernama Andot (36) tega menyandera istrinya sendiri dengan menggunakan senjata tajam.

Dari hasil pantauan di lapangan, aksi penyanderaan yang dilakukan Andot terhadap istrinya atas nama Ayu (32), terjadi di sebuah rumah kontrakan yang terletak di Kelurahan Menjelang, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, sejak Jumat (7/6/2024) sore.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Baik masyarakat maupun aparat keamanan yang juga menerima laporan insiden ini lantas turun tangan ke lokasi. Petugas yang tiba di lokasi langsung berusaha membujuk Andot untuk menghentikan aksinya.

Upaya yang dilakukan oleh warga setempat maupun petugas akhirnya membuahkan hasil usai pria yang diketahui berasal dari Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan ini menghentikan aksinya pada Sabtu (8/6/2024) dinihari.

“Sampai jam tiga pagi, setelah dilakukan upaya dari petugas dengan menghubungi salah seorang yang satu kampung dengan dia (Andot). Dilakukan pendekatan secara persuasif sampai pagi itu akhirnya dilepas itu istrinya,” ujar Ketua RT setempat, Herry Adhipian.

Herry Adhipian menambahkan, setelah insiden penyanderaan tersebut selesai baik sang suami maupun istri dilarikan petugas setempat ke Puskesmas Mentok untuk mendapatkan perawatan medis.

“Istrinya dibawa ke Puskesmas dalam keadaan pingsan atau tidak sadarkan diri. Andotnya juga sudah dibawa ke Puskesmas sekitar jam 4 pagi. Untuk penampungan sementara lah mungkin (di Puskesmas), kalau penanganan selanjutnya tidak tahu ya,” katanya.

Salah seorang tetangga, Yadi mengatakan dirinya tidak mengetahui apa penyebab insiden penyanderaan itu terjadi. Namun, ia menyampaikan sejak selepas sholat magrib dan setelah itu kondisi dirumah sudah ramai dipenuhi masyarakat yang menyaksikan.

“Sebelum maghrib, dia (Adhot) sudah marah-marah, setelah itu saya sholat, sekali keluar sudah ramai sekali masyarakat setempat. Pas dia ngancam istri dengan senjata tajam saya tidak tahu, tapi (mungkin) sekitar sebelum isya,” ujar Yadi.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: