<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratHeadlineLokalViral

Lakatambang di Babar Kembali Telan Korban, Kakek Berusia 60 Tahun Tewas Tertimbun Longsor

×

Lakatambang di Babar Kembali Telan Korban, Kakek Berusia 60 Tahun Tewas Tertimbun Longsor

Sebarkan artikel ini
Lokasi Lakatambang yang menelan korban jiwa, di Dusun Tayu, Desa Ketap, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.
Lokasi Lakatambang yang menelan korban jiwa, di Dusun Tayu, Desa Ketap, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Aktivitas penambangan timah yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Satu orang pekerja tambang timah meninggal dunia usai diduga tertimbun tanah longsor.

Insiden tersebut terjadi di pertambangan yang terletak di Dusun Tayu, Desa Ketap, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Adapun korban yang meninggal dunia diketahui berinisial KG (60) warga Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Kecamatan Bangka Barat.

Kapolsek Jebus, Kompol Albert Tampubolon membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan korban KG mencari biji timah bersama seorang rekannya yang diketahui bernama Yudi (22). Aktivitas penambangan menggunakan mesin dongfeng.

“Iya benar ada kejadian penambang yang meninggal dunia. Saat itu rekannya (Yudi) melihat dan sempat berteriak bahwa tanah yang sedang disemprot oleh korban mau roboh. Karena panik Yudi langsung mematikan mesin dan berupaya membantu mengeluarkan korban dari dalam tanah dengan cara menggali tanah memakai cangkul,” kata Kompol Albert Tampubolon.

Menemui kesulitan, Yudi kemudian berinisiatif untuk menghubungi keluarganya dan warga setempat untuk membantu mencari dan mengevakuasi korban dari lubang tambang yang memiliki kedalaman sekitar 4 meter.

“Setelah kurang lebih 1 jam pencarian, korban berhasil ditemukan dengan kondisi tubuhnya terjepit antara ponton dan dinding tanah dalam keadaan tidak bernyawa,” ujarnya.

Albert menambahkan, jenazah korban sempat dibawa ke Posyandik PT. Timah dan saat ini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

“Jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga. Sudah dimakamkan pasti, siang. Saat ini kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya,” katanya.

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: