<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Mantan Pembalap Asia Road Racing Championship Siap Berlaga di RRBTC Mentok

×

Mantan Pembalap Asia Road Racing Championship Siap Berlaga di RRBTC Mentok

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Menolak tua dan menolak gantung helm itulah moto para pembalap Indonesia yang diyakini oleh Anggi Permana. Pembalap 35 tahun tersebut siap turun di Putaran Ketiga Babel Turbo Championship (BTC) 2024 Mentok.

Dijadwalkan putaran ketiga itu berlangsung selama 2 hari pada 16-17 November 2024 mendatang. Untuk arena balapan berlangsung di Tugu Sorkarno-Hatta, Jl Jenderal Soedirman Mentok.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Jauh sebelum balapan di Bangka Belitung, pembalap asal Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut sempat mencicipi kerasnya kompetisi Asia Road Racing Championship Thailand 2015 silam.

Saat itu, Anggi Permana berada di bawah naungan tim asal Malaysia yakni tim Faito Factory Racing dan turun di kelas Underbone 130cc.

Manajer Tim TRQ Lit-Lit kadur Avo Sport Racing Team, Yozi Febriza mengatakan pembalapnya tersebut akan turun di empat kelas balapan pada ajang Putaran Ketiga Babel Turbo Championship (BTC) 2024.

“Anggi bakal turun balapan di kelas open Bebek 4 Tak 150 cc. Kemudian Bebek 4 Tak 130 cc, juga di Bebek 2 Tak 116 cc dan Rx King Chamber 140 cc,” ujarnya Minggu (10/11/2024).

Kendati tak mengincar juara umum, Yozi Febriza menyampaikan pembalap andalan timnya tersebut siap memberikan performa yang terbaik karena berstatus tuan rumah.

“Untuk juara umum sudah cukup sulit, karena di series sebelumnya ada beberapa masalah saat balapan. Tapi yang pasti Anggi akan memberikan yang terbaik karena kali ini balapan di Mentok,” tuturnya.

Yozi menambahkan, timnya sudah mengevaluasi sejumlah permasalahan yang ada dan telah melakukan latihan jelang putaran ketiga yang seminggu lagi bakal berlangsung.

“Sudah evaluasi, kerjasama tim mekanik dan manajemen tim sudah dilakukan. Insyaallah memberikan hasil yang terbaik untuk Bangka Barat,” katanya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: