<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

6 Sekolah di Bangka Barat Uji Coba Makan Bergizi Gratis

×

6 Sekolah di Bangka Barat Uji Coba Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM –Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar uji coba makan bergizi gratis serentak di 6 Kecamatan yang ada di wilayah itu, pada Kamis (21/11/2024) kemarin.

Diketahu kegiatan ini akan di luncurkan secara resmi pada bulan Januari Tahun 2025 mendatang. Makan gratis ini adalah program Pemerintah pusat berupa pemberian makan gartis satu kali perhari guna memenuhi sepertiga kebutuhan kalori harian bagi pelajar.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Adapun tempat pelaksanaan uji coba program makan bergizi gratis terdiri dari SD 18 Mentok, SD Negeri 9 Simpang Teritip, SD Negeri 16 Jebus, SD Negeri 16 Paritiga, SD Negeri 11 Kelapa dan SD Negeri 1 Tempilang.

Pjs. Bupati Bangka Barat, Hendriwan menjelaskan program ini menyasar kepada pelajar mulai dari Paud, SD, SMP Hingga SMA dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mencukupi gizi bagi pelajar di Kabupaten Bangka Barat.

“Terimakasih atas kerjasama dan dukungannya, Alhamdulillah hari ini uji coba makan gratis telah kita laksanakan serentak di seluruh Kecamatan Se- Kabupaten Bangka Barat, program ini dilaksanakan guna meningkatkan kecerdasan, kesehatan, pendidikan menuju untuk Indonesia Emas di tahun 2045.” Jelasnya

Sementara, Dandim 0431/ Bangka Barat Letkol Inf Kemas Muhammad Nauval juga menyebutkan dengan adanya makanan yang bergizi dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus menjadikan anak – anak bangsa yang sehat dan kuat.

Sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan acara ini Camat Paritiga Kabupaten Bangka Barat Adhian Zulhajany mengucapkan terima kasih atas dukungannya kepada para orang tua murid paguyuban, Pengusaha Tambak Udang serta masyarakat setempat terselenggaranya sehingga kegiatan uji coba Program Makan Bergizi Gratis ini dapat berjalan dengan lancar.

” Kami mengucapakan terimakasih kepada para orang tua paguyuban, pengusaha tambak udang, serta peran serta masyarakat di Desa Cupat. Walaupun di Desa terpencil akan tetapi kita siap dan mampu menyediakan makan gizi gratis di sekolah ini.” Ujarnya

Henky Wibawa, M.PD selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat Berharap dengan terselenggaranya uji coba ini Pemerintah Daerah dapat mengevaluasi kekurangannya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: