<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Sinergitas HIPMI dan Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Babar

×

Sinergitas HIPMI dan Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Babar

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM –Pelantikan dan rapat kerja Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bangka Barat masa bakti 2024-2027 berlangsung pada Selasa (3/12/2024).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung KWP, Kecamatan Mentok dan dihadiri perwakilan dari OPD serta instansi terkait di Kabupaten Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Adapun jajaran pengurus HIPMI yang dilantik yakni Risdian sebagai ketua umum, Amin Alfian selaku sekretaris umum, dan William sebagai bendahara umum.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Soleh berharap, pengurus baru HIPMI akan lebih bermanfaat bagi masyarakat setempat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Bangka Barat.

“Peran pengusaha sangat berpengaruh bagi membangun daerah, baik pembangunan sektor infrastruktur maupun perekonomian. Di mana generasi muda di Bangka Barat dapat menjadi pelaku usaha yang nantinya bisa tampil di dalam Percaturan dunia usaha,” katanya.

Oleh karena itu, Muhammad Soleh mengatakan perlu kolaborasi antara pemerintah dengan HIPMI dalam pembangunan ekonomi daerah dan pemberdayaan pengusaha muda.

“Harapannya HIPMI Kabupaten Bangka Barat bisa terus berkomitmen untuk menjadi mitra kerja pemerintah dalam mendorong tumbuh kembangnya berbagai wirausaha dalam proses pembangunan ekonomi dari berbagai aspek,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Bangka Barat, Risdian menyampaikan dalam dalam waktu dekat ini langkah yang diambil adalah pembenahan internal organisasi.

“Yang jelas langkah pertama yakni penataan internal (organisasi) terlebih dahulu. Terus pembinaan program bidang UMKM dengan seminar kewirausahaan. Setelah dilantik kita ada program Diklatcab untuk anak-anak HIPMI narasumber dari Bogor,” tuturnya.

Selain itu, Risdian juga menekankan pentingnya sinergitas HIPMI dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan perekonomian di Bangka Barat.

“Eksistensi dari HIPMI dinilai kurang. Kemudian sinergitas dengan pemerintah daerah juga dirasa kurang maksimal. Oleh karena itu kita ingin memaksimalkan itu,” ujarnya.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: