<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Bangka Barat Cek Harga dan Stok Bapok

×

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Bangka Barat Cek Harga dan Stok Bapok

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Memasuki bulan suci Ramadan Satreskrim Polres Bangka Barat melakukan pengecekan ke Pasar Tradisional Kecamatan Mentok, pada Jumat (28/2/2025) pagi.

Kasatreskrim Polres Bangka Barat, AKP Fajar mengatakan, kegiatan ini dilakukan Polres Bangka Barat sebagai salah satu memantau pergerakan harga dan menjaga stabilitas stok kebutuhan pokok di wilayahnya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kita hadir di sini bukan untuk melakukan tindakan penindakan, melainkan untuk melakukan pendataan yang jelas dan transparan mengenai kondisi pasar serta harga sembako. Kita memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani oleh harga yang tidak wajar, serta memastikan ketersediaan sembako menjelang bulan puasa,” ujarnya.

Selain pasar, Polres Bangka Barat bersama intansi yang tergabung dalam satgas pangan melakukan pengecekan ke sejumlah gudang logistik yang di Kecamatan Mentok.

“Untuk stok dan ketersediaan sembako saat ini masih aman tercukupi, hanya terdapat perubahan penambahan stok dikarenakan permintaan masyarakat yang tinggi akan beras menjelang hari raya Idul Fitri 1446 H,” ucapnya.

Fajar meminta masyarakat untuk melapor ke Satgas Pangan jika mengetahui adanya indikasi penimbunan bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.

“Kita siap memberikan tindakan apabila ditemukan pelanggaran misalnya apa penimbunan, harga yang tidak sesuai eceran tertinggi. Jadi, masyarakat itu bisa melaporkan hal itu,” ucapnya.

“Bahwa apabila ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan, kita bersama-sama akan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut, demi menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan sembako tetap mencukupi,” sambungnya.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: