<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

PMB 2025, Disdikpora Babar Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

×

PMB 2025, Disdikpora Babar Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dam Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangka Barat (Babar) telah membuka Penerimaan Murid Baru (PMD) tahun ajaran 2025/2026.

Total kouta untuk Sekolah Dasar (SD) sebanyak 5.074 dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 3.428 yang tersebar di 6 Kecamatan di Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Untuk pendaftar SD saat ini sebanyak 1.266 dan SMP 1.572. Meskipun belum melebihi kouta yang disediakan, Plt. Kepala Disdikpora, Henky mengatakan sudah terjadi overload pendaftar di beberapa sekolah.

Namun, dipastikan Henky, pihaknya sudah memiliki strategi untuk mengatasi hal tersebut dan dipastikan semua masyarakat Kabupaten Bangka Barat dapat bersekolah.

“Nanti akan ada proses seleksi, nanti akan ada alternatif sekolah, kita pastikan tidak ada yang tidak bisa sekolah, sama sd dan smp,” katanya, Rabu (11/6/2025).

Meskipun terdapat kendala nanti, Henky akan langsung berkoordinasi dengan tingkat yang lebih tinggi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Mudah-mudahan semuanya tertampung, kalau ada kendala nanti kita sampaikan ke tingkat yang lebih tinggi, ke tingkat provinsi hingga tingkat pusat,” ucapnya.

Selain itu, peran sekolah sangat dibutuhkan pada masa pendaftaran ini, untuk mengawasi supaya tidak terjadi kendala yang berarti.

“Kita harap sekolah mengawal terutama yang dari tk ke sd. Kalau yang smp biasanya sudah terbiasa,” katanya.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: