BANGKA BARAT – Tradisi Dodol Bergema yang tumbuh di tengah masyarakat Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, kini semakin mendapat pengakuan sebagai salah satu kekayaan budaya daerah.
Tradisi yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan ini dinilai tidak hanya mempererat silaturahmi warga, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai adat dan kebersamaan masyarakat Melayu Bangka Barat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menetapkan Dodol Bergema Desa Penyampak sebagai bagian dari adat istiadat dan pokok pikiran kebudayaan daerah untuk periode 2025–2030.
Penetapan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, menegaskan bahwa Dodol Bergema memiliki nilai budaya dan sosial yang tinggi sehingga perlu terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Ini warisan budaya yang mencerminkan kebersamaan, gotong royong, dan jati diri masyarakat Desa Penyampak. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung agar tradisi ini tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Tradisi Dodol Bergema rutin dilaksanakan setiap bulan Sya’ban sebagai penanda awal menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa, mulai dari proses pembuatan dodol hingga pelaksanaan acara adat yang sarat nilai religi dan sosial.
Desa Penyampak dikenal sebagai salah satu desa di Kecamatan Tempilang yang memiliki adat istiadat unik. Dodol Bergema menjadi ciri khas desa sekaligus potensi budaya yang dapat dikembangkan sebagai agenda wisata daerah berbasis kearifan lokal.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat memfasilitasi kegiatan ini dengan anggaran sebesar Rp50 juta.
Menurut Yus Derahman, dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan acara serta memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Dodol Bergema tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM lokal sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.













