BANGKA BARAT – Aktivitas jual beli ikan di Pasar Tradisional Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan. Lapak-lapak yang biasanya ramai didatangi warga kini terlihat lebih lengang, sehingga berdampak langsung pada penurunan omset para pedagang ikan.
Kondisi tersebut tidak hanya menekan pendapatan pedagang, tetapi juga memicu turunnya harga jual sejumlah jenis ikan. Di tengah melemahnya daya beli masyarakat, para pedagang harus menghadapi risiko kerugian akibat stok ikan yang tidak habis terjual.
Sejumlah pedagang mengaku keadaan pasar semakin sulit setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Sementara jumlah pembeli terus berkurang dibandingkan periode sebelumnya.
Salah seorang pedagang ikan, Udin Mallarangeng, menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama menurunnya aktivitas perdagangan di pasar. Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat permintaan ikan ikut merosot.
“Daya beli masyarakat menurun. Banyak ikan yang tidak habis terjual, bahkan ada yang sampai membusuk dan terpaksa dibuang,” ujar Udin, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, penurunan permintaan membuat sebagian besar stok ikan tidak terserap pasar. Akibatnya, pedagang harus menanggung kerugian karena ikan merupakan komoditas yang memiliki masa simpan terbatas.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Nasrul. Ia mengatakan suasana pasar pada hari biasa jauh lebih sepi dibandingkan akhir pekan. Untuk mengurangi kerugian, ikan yang belum laku dijual biasanya disimpan dalam lemari pendingin sebelum kembali dipasarkan keesokan harinya.
“Kalau tidak habis terjual, ikan kami simpan dulu di pendingin dan dijual lagi besok. Namun sering kali harganya harus diturunkan agar cepat laku,” kata Nasrul.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi satu-satunya cara untuk mempertahankan kualitas ikan sekaligus meminimalkan kerugian akibat stok yang menumpuk.
Lesunya transaksi di pasar tradisional ini menambah daftar tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil di Bangka Barat. Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat sehingga daya beli warga kembali meningkat.
















