BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai menyiapkan perubahan besar dalam sistem pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II.
Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), pemerintah akan menerapkan sistem manajemen talenta sebagai dasar penempatan pejabat, sekaligus menghapus mekanisme seleksi terbuka atau lelang jabatan.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk menciptakan birokrasi yang lebih efektif sekaligus menekan pengeluaran daerah. Dengan memanfaatkan sistem digital yang memetakan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), proses pengisian jabatan strategis diharapkan lebih cepat, objektif, dan efisien tanpa memerlukan biaya besar seperti seleksi konvensional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDMD Bangka Barat, Yuwanda Eka Putra, mengatakan penerapan manajemen talenta sebenarnya telah dimulai sejak dua tahun terakhir. Namun, saat ini pihaknya kembali memperkuat implementasi sistem tersebut agar instrumen penilaian ASN semakin lengkap dan akurat.
“Ketika ini sudah berjalan, Bupati tidak akan lagi memilih pejabat untuk duduk di jabatan strategis Eselon II melalui seleksi terbuka. Kepala daerah cukup melihat data dari aplikasi Sistem Manajemen Talenta atau SIMATA untuk menunjuk langsung pejabat yang bersangkutan,” ujar Yuwanda, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat diminta segera melengkapi data pada aplikasi Sistem Manajemen Talenta (SIMATA). Data yang harus diinput meliputi riwayat pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim), hingga berbagai sertifikasi pelatihan yang pernah diikuti.
Melalui aplikasi tersebut, kompetensi ASN akan dipetakan dalam sembilan kategori atau box talenta. Kategori 1 hingga 3 merupakan kelompok dengan nilai terendah, kategori 4 dan 5 berada pada tingkat menengah, sedangkan kategori 9 menjadi peringkat tertinggi.
“ASN yang berada di kotak talenta 7, 8, dan 9 yang akan dipilih bupati untuk menduduki jabatan-jabatan strategis. Jadi, ke depan tidak ada lagi seleksi terbuka atau assessment,” jelasnya.
















