Menurut Yuwanda, penerapan manajemen talenta tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi dan kinerja yang dimiliki. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme birokrasi sekaligus menghadirkan proses pengisian jabatan yang lebih transparan dan berbasis data.
“Sistem ini sedang kami persiapkan. Sejak manajemen talenta diterapkan, efisiensi anggaran daerah sangat luar biasa. Jika menggunakan sistem lelang konvensional, anggaran sangat boros. Nanti, kepala daerah tinggal membawa nama-nama pejabat dengan ranking tertinggi ke BKN sebelum pelantikan,” pungkas Yuwanda.
















