BANGKA BARAT – Program budidaya ayam petelur di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Kabupaten Bangka Barat, menunjukkan hasil positif. Sebanyak 304 butir telur berhasil dipanen dalam kegiatan yang turut disaksikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, Selasa (15/9/2026).
Panen tersebut menjadi gambaran konkret dari kegiatan pembinaan kemandirian yang dikembangkan Rutan Muntok. Selain menghasilkan produk pangan, budidaya ayam petelur juga menjadi sarana untuk mendorong kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Kunjungan kerja Ade Agustina ke Rutan Muntok sekaligus menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pembinaan yang dijalankan jajaran rutan. Budidaya ayam petelur merupakan salah satu program yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas dalam lingkungan Pemasyarakatan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan jajaran Pemasyarakatan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama pada aspek penguatan ketahanan pangan dan pengembangan kegiatan produktif.
Ade Agustina mengapresiasi langkah Rutan Muntok yang mampu memanfaatkan potensi yang tersedia untuk menghasilkan produk melalui kegiatan budidaya ayam petelur.
“Saya mengapresiasi jajaran Rutan Muntok atas upaya dan produktivitas yang telah ditunjukkan. Panen 304 butir telur ini merupakan hasil nyata dari program yang dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan,” ujar Ade Agustina.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada capaian panen semata. Program budidaya perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi pelaksanaan pembinaan di Rutan Muntok.
Ia berharap produktivitas budidaya ayam petelur dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi pengelolaan maupun hasil produksi. Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian yang semakin kuat dalam mendukung program pembinaan kemandirian.















