IMG_20260905_155648
Bangka Barat

Kasus Penganiayaan di Simpang Teritip Berakhir Damai

×

Kasus Penganiayaan di Simpang Teritip Berakhir Damai

Sebarkan artikel ini
Korban penganiayaan di Simpang Teritip. Foto: Istimewa.
Korban penganiayaan di Simpang Teritip. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Kepolisian Sektor (Polsek) Simpang Teritip mengambil langkah cepat menyikapi dugaan penganiayaan yang terjadi di Desa Simpang Gong, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penanganan perkara tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai seorang warga yang menjadi korban dugaan penganiayaan pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Petugas kemudian mendatangi korban yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas Simpang Teritip.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain memastikan kondisi korban, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial AM yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso, membenarkan adanya penanganan dugaan penganiayaan tersebut.

“Personel Polsek Simpang Teritip langsung mendatangi korban yang sedang mendapatkan perawatan dan mengamankan pihak yang diduga sebagai pelaku,” kata Yos.

Setelah dilakukan pengumpulan informasi dan pendekatan terhadap kedua belah pihak, persoalan tersebut mengarah pada penyelesaian secara kekeluargaan.

Kedua pihak sepakat untuk tidak membuat laporan polisi dan menyelesaikan permasalahan melalui kesepakatan bersama.

Sebagai bagian dari penyelesaian tersebut, keluarga pria yang diduga melakukan penganiayaan menyatakan kesediaan untuk menanggung biaya pengobatan korban.

Rencananya, kedua keluarga akan menuangkan kesepakatan itu dalam bentuk pernyataan tertulis yang dilaksanakan di Kantor Desa Simpang Gong pada Kamis (17/9/2026).

Sementara itu, pria berinisial AM yang sebelumnya diamankan polisi kini menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Sungailiat.

error: