BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai mengupayakan perbaikan sejumlah gapura yang kondisinya mengalami kerusakan akibat usia bangunan dan minimnya perawatan. Renovasi tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak perbankan maupun perusahaan.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan langkah awal dengan menjalin komunikasi bersama pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mentok guna mencari dukungan pendanaan untuk memperbaiki dua gapura, termasuk gapura yang berada di kawasan Kampung Hulu.
Menurut Yus Derahman, kerusakan gapura sebenarnya berawal dari persoalan kecil yang tidak segera ditangani sehingga semakin parah seiring berjalannya waktu.
“Itu memang sudah lama rusaknya. Awalnya hanya baut atau visernya lepas, tetapi karena kita lalai dan dibiarkan terus, akhirnya kerusakannya semakin parah,” kata Yus Derahman, Rabu (15/7/2026).
Selain membahas sumber pendanaan, Yus juga menyinggung status kepemilikan aset gapura yang diduga merupakan aset Pelindo. Menurutnya, apabila memungkinkan, pemerintah daerah siap mengambil peran dalam melakukan perbaikan agar bangunan tersebut dapat kembali dimanfaatkan.
“Kalau memang itu aset Pelindo, menurut saya lebih baik kita yang memperbaiki dan memanfaatkannya. Pelindo sekarang juga memiliki banyak keterbatasan dalam mengurus aset-asetnya, bahkan mengurus pelabuhan saja sudah cukup berat,” katanya.
Yus berharap upaya komunikasi dengan berbagai pihak dapat membuahkan hasil sehingga proses renovasi gapura dapat segera direalisasikan. Menurutnya, keberadaan gapura tidak hanya menjadi penanda kawasan, tetapi juga bagian dari wajah daerah yang perlu dijaga dan dipelihara agar tetap layak serta memberikan kesan baik bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Bangka Barat.
















