BANGKA BARAT – Pembangunan Dermaga II Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, terus dikebut menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hingga pekan ini, progres pekerjaan fisik telah mencapai 62 persen atau lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 59 persen.
General Manager ASDP Bangka, Eko Yulianto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pekerjaan konstruksi masih berjalan di atas jadwal yang telah ditentukan. Saat ini terdapat deviasi positif sekitar 3 persen dari target progres proyek.
Secara keseluruhan, pekerjaan Dermaga II Tanjung Kalian masih berjalan sesuai rencana. Berdasarkan jadwal awal, proyek tersebut ditargetkan selesai pada 26 November.
Namun, ASDP bersama tim pelaksana di lapangan berupaya mempercepat penyelesaian konstruksi sehingga dermaga dapat dirampungkan lebih awal, yakni pada 18 November.
“Upaya percepatan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan fasilitas Dermaga II dapat dioptimalkan menjelang periode Nataru. Momentum tersebut biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat dan arus kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan,” ujar Eko, Selasa (29/9/2026).
Eko menjelaskan, pengoperasian dermaga tambahan juga dinilai penting dalam menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan dan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru.
Selain kesiapan di Tanjung Kalian, efektivitas layanan juga membutuhkan dukungan fasilitas di Pelabuhan Tanjung Api-api, Sumatera Selatan. Kedua pelabuhan merupakan bagian dari satu lintasan penyeberangan sehingga pengoperasian dermaga harus berjalan secara terintegrasi.
Eko menilai, apabila Dermaga 2 di Tanjung Api-api juga dapat dimaksimalkan, maka pelayanan penyeberangan pada kedua sisi pelabuhan dapat berlangsung lebih optimal.
“Kalau Dermaga 2 di Tanjung Api-api juga bisa diefektifkan, maka dua dermaga di masing-masing pelabuhan bisa beroperasi secara sejajar,” ujar Eko Yulianto.
Dari sisi waktu pelayanan, proses bongkar muat atau port time satu kapal di pelabuhan rata-rata membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam. Dengan tambahan Dermaga II, dua kapal dapat dilayani secara bersamaan dalam rentang waktu tersebut.















