<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Yus Derahman Dukung Penggunaan Pupuk Hayati untuk Pertanian Babar

×

Yus Derahman Dukung Penggunaan Pupuk Hayati untuk Pertanian Babar

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan PT. Bukit Terang Sejahtera menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan Pupuk Hayati Cair sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian yang ramah lingkungan.

Acara berlangsung di Rumah Makan Roemah Keboen, Kamis (12/6/2025) dan dihadiri oleh Direktur PT. Bukit Terang Sejahtera Ahmad Rudy Septadi, perwakilan PT KK Indonesia, peneliti dari PPKS Medan, penyuluh pertanian, serta perwakilan Gapoktan dari seluruh kecamatan di Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas teknis, serta pihak swasta dalam memperkuat sektor pertanian.

“Pertanian merupakan sektor kunci yang bisa diandalkan sebagai penggerak ekonomi daerah di luar ketergantungan pada sektor pertambangan. Pertanian adalah tombak ekonomi berkelanjutan yang harus terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Surat Edaran Bupati Bangka Barat kepada Kepala Desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Ketua Gapoktan/Poktan/Brigade Pangan se-Kabupaten Bangka Barat.

Surat edaran tersebut berjudul “Optimalisasi Lahan Sawah untuk Peningkatan Luas Tanam Padi di Kabupaten Bangka Barat dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang Berkelanjutan.”

Surat edaran tersebut menindaklanjuti kebijakan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Instruksi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 100.3.4.1/0001/DPKP/2025 tentang percepatan peningkatan luas tanam padi dan jagung.

Dalam surat itu ditegaskan perlunya pemanfaatan optimal lahan sawah dan penggunaan alsintan secara terarah dan terintegrasi untuk mendukung kedaulatan pangan.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada peserta aktif, serta penyerahan bantuan pupuk hayati cair kepada enam koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Bangka Barat, yang akan digunakan sebagai percontohan di lahan masing-masing BPP.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bangka Barat berharap dapat mendorong pertanian yang lebih produktif, ramah lingkungan, serta menjadi fondasi kuat dalam upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: