<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratKriminalLokal

Polisi Pastikan Pria yang Ditemukan Tewas di Kebun Karet Bukan Korban Pembunuhan

×

Polisi Pastikan Pria yang Ditemukan Tewas di Kebun Karet Bukan Korban Pembunuhan

Sebarkan artikel ini
Kanit Tipidum Satreskrim Polres Bangka Barat, Ipda M. Harits Arlianto. Foto: Sorotanbangka.
Kanit Tipidum Satreskrim Polres Bangka Barat, Ipda M. Harits Arlianto. Foto: Sorotanbangka.

BANGKA BARAT – Polres Bangka Barat memastikan sesosok mayat laki-laki yang ditemukan di kebun karet, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat bukan korban pembunuhan.

Diketahui, identitas jenazah bernama Fadli yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet. Ia ditemukan tewas oleh salah seorang keluarganya, pada Kamis (12/6/2025) kemarin.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangka Barat, Ipda M. Harits Arlianto mengatakan, yang bersangkutan memang sudah mengidap penyakit asma.

“Jadi, dapat konfirmasi dari pihak keluarga, sebelum berangkat bekerja dia memang sudah sesak nafas. Memang ada jarak waktu antara dia sakit hingga dia ditemukan,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

M. Harits Arlianto menambahkan, di jasad korban pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilakukan visum.

“Setelah dilakukan pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dikonfirmasi dari keluarga yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit asma,” katanya.

Saat ini jenazah Fadli telah dibawa pihak keluarga ke Simpang Tempilang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat untuk dimakamkan.

“Bisa kami pastikan almarhum Fadli bukan korban pembunuhan murni karena sakit. Informasi terakhir sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan,” ucapnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: