<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

BTC 2025 Putaran Pertama di Mentok, Ratusan Pebalap Beradu Jadi yang Terdepan

×

BTC 2025 Putaran Pertama di Mentok, Ratusan Pebalap Beradu Jadi yang Terdepan

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Babel Turbo Championship (BTC) Series 2025 putaran pertama kembali digelar di sirkuit Tugu Soekarno-Hatta Mentok, Bangka Barat, Minggu (29/6/2025).

Sebanyak 210 pebalap mengikuti ajang dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara 2025. Bahkan beberapa starter berasal dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Babel, Adhy Sarphio. Ia menyatakan alasan kota Mentok terpilih sebagai ajang road race pertama di Babel tahun 2025.

“Kalau teknisnya kemarin latihan resmi dari para peserta. Perkenalan sirkuit, lintasan dan penempatan grid start dan hari ini baru final. Dari 16 kelas yang kita buka itu diikuti 210 starter total,” ujarnya.

“Total peserta itu dari semua daerah di Babel. Ada juga yang dari Bengkulu dan Tasikmalaya. Alhamdulillah luar biasa support dari Pak Kapolres, Pak Wabup terutama masyarakat Babar yang kami cintai. Ini event resmi, olahraga balap motor diperlombakan di PON,” katanya.

Lebih lanjut, dia katakan, di tahun 2023 kemarin bahkan ada 2 atlet balapan motor dari Babar yang melenggang ke Pra PON. Dia berharap ke depan akan kembali digelar ajang seperti ini di Kota Mentok. Sebagai wadah resmi untuk anak-anak muda menyalurkan hobinya.

Dengan begitu, melalui ajang seperti ini paling tidak mengurangi efek negatif dari kaum muda yang hobi balapan liar di jalan raya. Sebab hal itu tidak hanya membahayakan dirinya sendiri. Namun pengendara lain lantaran dampak fatal aksi itu dapat menghilangkan nyawa.

“Jadi ini sebagai wadah resminya, kita sudah buka. Sekali lagi, terima kasih masyarakat atas partisipasinya yang sudah menjaga keamanan. Insya allah ke depan kita akan selenggarakan lagi. Kepada peserta terima kasih juga atas partisipasi dan sportifitasnya,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: