<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratEkbisLokal

Sidak ke Pasar Mentok, Harga Beras Terpantau Naik

×

Sidak ke Pasar Mentok, Harga Beras Terpantau Naik

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT– Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras, Polres Bangka Barat bersama Pemerintah Daerah dan Bulog melaksanakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Mentok, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat pada Jumat 29 Agustus 2025.

Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan bertujuan untuk memantau langsung kondisi harga pangan di lapangan, mengecek ketersediaan pasokan serta memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dari hasil pengecekan ditemukan bahwa harga beras premium berada di angka Rp15.400 per kilogram, sementara beras medium saat ini kosong atau tidak tersedia.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha S.H., S.I.K. melalui PS. Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menyampaikan bahwa sidak pasar ini merupakan bagian dari langkah bersama dalam mengantisipasi gejolak harga pangan di tengah kenaikan harga beras saat ini.

“Saat ini kita menghadapi situasi kenaikan harga beras di pasaran. Untuk itu Polres Bangka Barat bersama pemerintah daerah dan Bulog terus berupaya menjaga stabilitas pangan melalui gerakan pasar murah. Jelas Iptu Yos Sudarso.

Pihak Polres Bangka Barat juga juga melakukan pemantauan langsung untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar dan tidak ada penimbunan serta juga melakukan kegiatan pasar murah

“Kurang lebih 23,8 ton beras Bulog telah disalurkan di wilayah Bangka Barat. Langkah ini penting untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur dari Disperindag Bangka Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Satpol PP, Kecamatan Mentok serta Unit TIPIDTER Sat Reskrim Polres Bangka Barat. Mereka bersama-sama memastikan bahwa harga pangan tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Sementara itu, Dedek salah seorang warga mengatakan, harga memang stabil untuk saat ini. namun, saat pegawai sedang gaji tiba-tiba harga sembako mulai naik.

“Memang naik sih sekarang karena memang sepi pembeli. Tapi, kalau PNS gajian atau karyawan gajian, anehnya harga justru naik lagi. Itu sih seharusnya dijaga harga sembako biar tetap stabil,”

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: