<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Meski Minim Dukungan, Petinju SFBC Mentok Ukir Prestasi di Babel Super Fight 2025

×

Meski Minim Dukungan, Petinju SFBC Mentok Ukir Prestasi di Babel Super Fight 2025

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Atlet-atlet dari Sasana Future Boxing Camp Mentok kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang Babel Super Fight 2025. Sejumlah petinju berhasil meraih medali emas dan perak di berbagai kelas pertandingan, termasuk di partai eksebisi maupun final.

Diketahui, Babel Super Fight kali ini berlangsung di GOR Depati Bahrin, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Sabtu (13/9/2025) kemarin.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam laga penuh gengsi tersebut, Radif Al Ramadhan tampil gemilang dengan keluar sebagai juara di kelas 67 kg Youth Putra. Sementara itu, Rojakki mencatat kemenangan impresif setelah menumbangkan lawannya di kelas 57 kg pada round pertama partai final, sekaligus mengamankan medali emas.

Tidak kalah membanggakan, di partai eksebisi, Azka Moreno sukses meraih emas di kelas 40 kg, disusul Dafi yang juga mempersembahkan emas di kelas 45 kg.

Sementara itu, tiga petinju lainnya harus puas dengan medali perak. Zatar Rahardo meraih perak di kelas 48 kg, Umay di kelas 51 kg Elite, serta Caca yang tampil kuat di kelas 63 kg Elite Women.

Pelatih Sasana Future Boxing Camp Mentok Dedi Bintang Dahlan menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atletnya. “Ini hasil kerja keras anak-anak. Mereka sudah menunjukkan semangat juang tinggi di atas ring. Kami bangga dan akan terus mempersiapkan diri untuk event berikutnya,” ujarnya.

Meski berangkat dengan dana dan dukungan seadanya, Dedi bersyukur tim asal Mentok yang sudah latihan berbulan-bulan ini berhasil mengukir prestasi.

“Kita bertanding dengan dana pas-pasan. Jujur saja swadaya sumbangan anak-anak sasana. Bersyukur dibantu oleh sejumlah orang yang peduli atas nama pribadi, mudah-mudahan kami kedepannya semakin semangat untuk membawa nama baik daerah,” ucapnya.

Dengan hasil ini, Sasana Future Boxing Camp Mentok semakin menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pusat pembinaan petinju muda berprestasi di Bangka Belitung.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: