<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Sudah Miliki KRIS, Markus Minta RSBT Mentok Lebih Humanis Layani Pasien

×

Sudah Miliki KRIS, Markus Minta RSBT Mentok Lebih Humanis Layani Pasien

Sebarkan artikel ini
Markus saat meninjau ruang perawatan. Foto: Rizki Ramadhani.
Markus saat meninjau ruang perawatan. Foto: Rizki Ramadhani.

BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat Markus meresmikan Ruang Rawat Inap Berstandar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Mentok, Kamis (23/10/2025). Pembaharuan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Bangka Barat.

Dalam arahannya, Bupati Markus menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran manajemen, tenaga medis, dan pihak RSBT Mentok yang telah bekerja keras memenuhi standar pelayanan KRIS yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Melalui momentum yang baik ini, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh jajaran RSBT Mentok. Kami berharap dengan adanya layanan KRIS ini, pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, humanis, dan berkesinambungan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan KRIS merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional yang bertujuan menyetarakan fasilitas dan meningkatkan mutu pelayanan rawat inap bagi seluruh masyarakat, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kebijakan ini memastikan setiap pasien mendapatkan layanan rawat inap yang setara dan berkualitas tanpa memandang status sosial maupun ekonomi,” tambahnya.

Bupati Markus berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan di RSBT Mentok untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan penuh ketulusan dan profesionalisme.

“Jadikan setiap pasien sebagai prioritas utama dan layani mereka dengan sepenuh hati. Terus tingkatkan kompetensi agar layanan yang diberikan selalu optimal,” tuturnya.

Di akhir acara, Markus secara resmi membuka ruang rawat inap berstandar KRIS tersebut sebagai simbol komitmen RSBT Mentok dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Bangka Barat.

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: