<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

SDN 1 Simpang Teritip Raih Harapan I di FL3SN 2025, Penampilan Bikin Dewan Juri Meneteskan Air Mata

×

SDN 1 Simpang Teritip Raih Harapan I di FL3SN 2025, Penampilan Bikin Dewan Juri Meneteskan Air Mata

Sebarkan artikel ini
SDN Simpang Teritip di FL3SN Jakarta. Foto: Ist
SDN Simpang Teritip di FL3SN Jakarta. Foto: Ist

BANGKA BARAT – Prestasi membanggakan kembali diraih pelajar Bangka Belitung di kancah nasional. SDN 1 Simpang Teritip berhasil meraih juara Harapan I pada ajang Festival Lomba Literasi, Lagu dan Seni Nasional (FL3SN) 2025 kategori tari tradisional yang berlangsung di Jakarta.

Koordinator tim sekaligus koreografer, Ahmad Fikri Baraqbah menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. Ia menegaskan, karya yang dibawakan SDN 1 Simpang Teritip mengangkat permainan tradisional Bangka Barat bertajuk Mayien Liring, yang dipadu dengan konsep 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Pesan kami melalui karya seni ini yakni ingin menghidupkan kembali permainan tradisional rakyat Bangka Barat yang sudah lama hilang, jangan sampai tergerus oleh perkembangan zaman. Itu menjadi motivasi dan semangat kami,” ujarnya, Sabtu (12/7/2025).

Nama-nama penari yang tampil antara lain Herdi, Jefri, Arsya, Kayla dan Elinka. Seluruhnya merupakan anak-anak perwakilan dari Kecamatan Simpang Teritip.

Salah satu dewan juri nasional, Elly D Luthan, mengaku terharu melihat anak-anak dari pelosok suku Jering Bangka Barat yang mampu tampil mempesona dan menari dengan sangat indah.

J”uri dan penonton bahkan semakin larut dalam suasana haru ketika mendengar pengakuan para penari bahwa mereka berlatih selama 6 bulan, setiap hari, mulai dari waktu Magrib hingga pukul 23.00 malam,” ujarnya.

Daftar Juara FL3SN 2025 Kategori Tari

  • Juara 1 : Sumatera Barat
  • Juara 2 : Kalimantan Tengah
  • Juara 3 : Jawa Tengah
  • Harapan 1 : Bangka Belitung (SDN 1 Simpang Teritip)
  • Harapan 2 : Nusa Tenggara Barat
  • Harapan 3 : Sumatera Utara

Dengan capaian ini, SDN 1 Simpang Teritip kembali membuktikan bahwa anak-anak pelosok Bangka Barat mampu bersaing dan tampil mengangkat budaya lokal hingga ke panggung nasional.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: