BANGKA BARAT – Realisasi investasi di Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Hingga triwulan pertama, nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp250 miliar atau 43 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini. Pemerintah daerah pun optimistis capaian tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Berdasarkan target yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Barat dibebankan target investasi sebesar Rp577 miliar pada 2026. Meski lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah daerah menilai target tersebut lebih realistis dan berpeluang tercapai.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangka Barat, Bertha, mengatakan hingga saat ini realisasi investasi telah mencapai Rp250 miliar.
“Tahun 2026 ditargetkan oleh BKPM Provinsi Bangka Belitung 577 miliar rupiah. Turun dari tahun sebelumnya. Sejauh ini terealisasi 250 miliar rupiah,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Bertha menjelaskan, target investasi pada tahun sebelumnya mencapai Rp1,6 triliun. Namun realisasi investasi hanya berada di angka sekitar Rp600 miliar atau belum mencapai 50 persen dari target yang telah ditetapkan.
“Tahun kemarin 1,6 Triliun tercapai atau terealisasi 600 miliar rupiah,” katanya.
Ia menambahkan, investasi yang masuk ke Kabupaten Bangka Barat dalam dua tahun terakhir didominasi sektor industri pengolahan kelapa sawit melalui pembangunan pabrik CPO, budidaya tambak udang, serta sektor pelayanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit.
Melihat tren investasi yang terus tumbuh, Bertha optimistis target investasi Kabupaten Bangka Barat pada 2026 dapat tercapai sepenuhnya. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong kemudahan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak investor menanamkan modal di Bangka Barat.
















