<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Mal Pelayanan Publik Bangka Barat Mulai Dibuka, 10 Layanan Tersedia untuk Masyarakat

×

Mal Pelayanan Publik Bangka Barat Mulai Dibuka, 10 Layanan Tersedia untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat secara resmi meluncurkan Mal Pelayanan Publik yang berlokasi di Gedung Perpustakaan Daerah, Kecamatan Mentok, pada Rabu (18/9/2024).

Mal Pelayanan Publik ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik dengan mengintegrasikan berbagai instansi dalam satu lokasi.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, mempermudah prosedur administrasi, serta memperkuat daya saing daerah dalam menarik investasi.

MPP Bangka Barat menyediakan berbagai layanan dari beberapa instansi dan lembaga, seperti Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Perumdam Tirta Sejiran Setason, BNN, BPJS, Bank Sumsel Babel, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Samsat, dan lain-lain.

Bupati Bangka Barat, Sukirman berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat untuk mengakses berbagai layanan publik yang lebih mudah dan efisien.

“Soft launching MPP di Bangka Barat, harapannya semua pelayanan seperti ktp, perizinan, pajak semuanya terintegrasi di sini. Apa yang bisa dilakukan di sini, tapi dinas (masing-masing) tetap bisa (melayani), tidak ada perbedaan,” kata Sukirman.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bangka Barat, Yuwanda Eka Putra mengatakan 4 jenis pelayanan publik lainnya akan ditambahkan tahun depan.

Selain itu, Yuwanda Eka Putra menyampaikan kedepan diupayakan Mal Pelayanan Publik secara digital. Pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk merealisasikan hal tersebut.

“Sekarang kan baru MPP aja, kalau sudah digital seluruh pelayanan itu bisa terkoneksi dengan aplikasi mereka masing-masing ke OSS. Rencana seperti itu (di Desember), grand launching menjadi MPP Digital peresmiannya virtual atau offline di Jakarta,” ujarnya.

“Empat bulan lalu kita sudah buat komitmen dengan pemerintah pusat bahwa kita (pemerintah Kabupaten Bangka Barat) siap untuk MPP digital,” tambahnya..

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: