<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Ratusan Pembalap Beradu Kecepatan di Road Race BTC Series Mentok

×

Ratusan Pembalap Beradu Kecepatan di Road Race BTC Series Mentok

Sebarkan artikel ini
Balapan motor di Tugu Sorkarno-Hatta. Foto: Arjuna Deta Pratama.
Balapan motor di Tugu Sorkarno-Hatta. Foto: Arjuna Deta Pratama.

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Ratusan pembalap berlaga di Babel Turbo Championship (BTC) Series 2024. Putaran ketiga ini berlangsung di Sirkuit Tugu Soekarno-Hatta, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (16/11/2024).

Ratusan pebalap berasal dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Bahkan beberapa ada yang berasal dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Provinsi Riau bahkan Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) dan berbagai daerah lainnya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Balapan kali ini memperebutkan pole position (posisi mulai) dalam babak kualifikasi sebelum babak final yang akan digelar pada Minggu (17/11/2024) besok.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Babel, Adhy Sarphio mengatakan, tujuan acara ini dibuat untuk membangkitkan olahraga balap motor atau road race di Babel. Karena sudah sekian lama, ajang balapan motor seperti mati suri.

“Jadi kita bangkitkan kembali itu. Lalu kemudian kita juga ingin berdayakan ekonomi masyarakat Babar. Ada kegiatan balap seperti ini kan otomatis penonton ramai dan pedagang UKM kita juga terdampak manfaat yang baik. Terbantulah, sehingga maksimal dagangannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Babar, H Muhammad Amin mengapresiasi acara balapan motor tersebut. Ia sangat bersyukur kembali digelarnya acara seperti ini yang bisa menampung hobi dan minat para pecinta balapan.

“Ya jadi event hari ini kita sangat senang, bersyukur ya alhamdulillah ada kejadian sedikit tidak apa-apa tapi itu biasalah namanya (ajang) balapan. Antusias dari masyarakat luar biasa dan bisa membantu pedagang UKM di Babar,” katanya.

“Pertama kita ucapkan terima kasih ke IMI Babel sudah memberikan hiburan ke masyarakat Babar. Insya allah kalau series pertama nanti tetap komitmennya Ketua IMI Babel tetap akan dilaksanakan di Mentok,” tambahnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: