<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Bangka Barat Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat Soal Program Makan Bergizi Gratis

×

Bangka Barat Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat Soal Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM -Melibatkan pihak ketiga untuk pendanaan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah melakukan uji coba pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di 6 Sekolah Dasar, pada Kamis (21/11/2024) kemarin.

Pjs. Bupati Bangka Barat, Hendriwan mengatakan pemberian MBG itu, adalah bentuk pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, supaya mampu bersaing dan hidup sehat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kemarin kita sudah melakukan pemberian makanan bergizi gratis, itu merupakan arahan dari bapak presiden Prabowo, Gibran dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya,” ucapnya, Jumat (22/11/2024).

Sementara itu, Sekda Bangka Barat, Muhammad Soleh mengatakan setelah melakukan uji coba makanan bergizi gratis, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait anggaran dan lain-lainnya.

“Kita telah melakukan uji coba, itu sebagai bahan kita untuk menentukan kebijakan kedepan. Jadi masalah makan Bergizi Gratis kita tinggal menunggu keputusan pusat nantinya. Kita sudah menyiapkan dan kita mampu melakukan itu,” ujarnya.

Muhammad Soleh berharap, nantinya bila program tersebut sudah berjalan dengan anggaran yang memadai, untuk bahan masakan dapat membeli dari masyarakat lokal, tanpa harus memasok dari luar daerah.

“Menu yang kita berikan kemarin lengkap kandungan gizinya, karena kita bekerja sama dengan ahli gizi. Nanti kedepan dana itu pusat dan bergulir ke daerah, dan kita akan menggunakan bahan-bahan lokal,” ucapnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: