<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokalPilkada 2024

Deddi Wijaya Soroti Turunnya Partisipasi Pemilih di Pilkada Bangka Barat 2024

×

Deddi Wijaya Soroti Turunnya Partisipasi Pemilih di Pilkada Bangka Barat 2024

Sebarkan artikel ini
Ketua Partai Golkar Bangka Barat, Deddi Wijaya, SH.,MH (Foto/Dokumentasi sorotanbangka.com
Ketua Partai Golkar Bangka Barat, Deddi Wijaya, SH.,MH (Foto/Dokumentasi sorotanbangka.com

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Anggota DPRD Bangka Barat menyoroti turunnya angka partisipasi masyarakat padapemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 kali ini.

Dimana, berdasarkan data Real Count partai politik peserta Pilkada, partisipasi masyarakat hanya pada angka 63,5 persen, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 151.037 pemilih.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Angka tersebut menurun drastis bila dibandingkan dengan pemilu pada bulan februari 2024, pada pemilu serentak itu angka partisipasi mencapai 85,18 persen.

“Seharusnya ini menjadi persoalan daerah yang harus dipikirkan oleh pihak KPU Bangka Barat,” ujar Deddi, Senin (2/12/2024).

Deddi juga menyorot beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap rendahnya partisipasi, termasuk pengurangan jumlah TPS dari 560 menjadi 341, yang membuat jarak tempuh dari rumah ke TPS semakin jauh.

“Ditambah lagi dengan kondisi cuaca tidak memungkinkan, seperti hujan, otomatis masyarakat akan malas untuk pergi menuju ke TPS,” ujarnya.

Lebih lanjut, politikus pantai Golkar ini juga menyatakan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap proses Pilkada dan calon pemimpin yang diusung parti politik tersebut.

“Masyarakan menganggap calon yang terpilih sama saja dengan yang sebelumnya. Ini yang perlu ditingkatkan KPU untuk membangkitkan rasa percaya dari masyarakat kepada pemimpin yang akan dipilihnya,” ucapnya.

Selain itu, Deddi mengkritik distribusi surat undangan untuk mencoblos yang dinilai terlambat.

“Saya saja menerimanya satu hari sebelum (pencoblosan) jadi kita baru tahu nyoblos di TPS berapa dan dimana, karena ini berubah dari sebelumnya. Andaikan undangan diberikan satu minggu sebelumnya, kita punya waktu untuk mengetahui lokasi TPS,” ungkapnya.

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: