<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Bulog Jamin Stok Beras Aman Jelang Nataru, Ada 1.385 Ton di Gudang

×

Bulog Jamin Stok Beras Aman Jelang Nataru, Ada 1.385 Ton di Gudang

Sebarkan artikel ini
Pengecekan stok beras di Belitung. Foto: Sorotanbangka/Julian.
Pengecekan stok beras di Belitung. Foto: Sorotanbangka/Julian.

BELITUNG – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Belitung memastikan stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Belitung menjelang perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru 2025.

Pimpinan Bulog Cabang Belitung, Yanni Tarminda mengatakan saat ini stok beras yang tersedia mencapai 1.385 ton. Stok ini diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kami pastikan stok beras aman dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025,” ujar, Selasa (17/12/2024).

Yanni menjelaskan, stok beras tersebut terdiri dari 1.360 ton beras medium dan 25 ton beras premium. Jumlah stok ini tidak hanya cukup untuk kebutuhan nataru, tetapi bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.

Lebih jauh, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru, Bulog juga menambah stok sebanyak 1.500 ton.

“Beras tambahan itu sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjungpandan dan diperkirakan tiba dalam waktu dekat. Selain beras, Bulog Cabang Belitung memiliki stok gula pasir sebanyak 14 ton,” ucapnya

“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok pangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tutur Yanni.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: