<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

BPBD Bangka Barat Bakal Dirikan Dapur Umum di Sejumlah Lokasi Banjir

×

BPBD Bangka Barat Bakal Dirikan Dapur Umum di Sejumlah Lokasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Banjir Parittiga hari ini. Foto: Istimewa.
Banjir Parittiga hari ini. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak Sabtu (18/1/2024) dinihari tadi.

Akibatnya, sejumlah titik pada beberapa Kecamatan mulai terendam banjir. Dari informasi yang di didapatkan, banjir menggenangi Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Desa Petar, Kecamatan Jebus dan Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, Bastomi, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan titik-titik banjir, lantaran masih di data oleh tim di lapangan.

“Kita ketahui hujan sudah berlangsung lumayan lama.(jumlah) Kita belum bisa memastikan, anggota TRC masih melakukan pendataan,” katanya, Sabtu (18/1/2024).

Bastomi mengatakan, seluruh personel BPBD telah diturunkan ke lapangan. Saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) untuk membangun dapur umum.

“Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinsos, apabila hujan tidak kunjung berhenti, kemungkinan akan dibangun dapur umum,” ujarnya.

Melihat kondisi hujan yang masih belum reda, Bastomi meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada saat melakukan aktivitas.

“Kita mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas, kalau bisa ditunda dulu aktivitas di luar rumah,” ucapnya.

Caption  : Banjir yang merendam Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (18/1/2024).

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: