<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Kondisi Ruang Kelas Memprihatinkan, Anggota DPRD Babel Minta Renovasi SMAN 1 Mentok Dilanjutkan

×

Kondisi Ruang Kelas Memprihatinkan, Anggota DPRD Babel Minta Renovasi SMAN 1 Mentok Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini
Peninjauan ruang kelas SMAN 1 Mentok. Foto: Istimewa.
Peninjauan ruang kelas SMAN 1 Mentok. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Leviyan meninjau kondisi ruang kelas SMAN 1 Mentok, pada Senin (3/2/2025) kemarin.

Saat kunjungan, Leviyan didampingi oleh Deddy Wijaya yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat dimana keduanya berasal dari Partai Golkar.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Peninjauan itu dilakukan setelah mendapatkan informasi ada ruang kelas di SMAN 1 Mentok yang renovasinya tidak rampung.

“Kami merasa sangat miris melihat kondisi gedung kelas dengan tanpa tembok dan jendela. Hal ini disebabkan renovasi tidak terselesaikan sejak akhir tahun 2022,” ujarnya.

Leviyan menambahkan, pihaknya mendapati 2 ruang kelas dan 1 laboratorium fisika di SMAN 1 Mentok yang kondisinya memperihatinkan.

“Mereka (pihak sekolah) sudah menyampaikan surat sebagai tindak lanjut ke Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung tapi hingga saat ini belum juga ada penyelesaian,” ucapnya.

Dengan kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut, Leviyan meminta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan dan melanjutkan renovasi ruang kelas.

“Saya harap proses renovasi yang belum terselesaikan ini bisa segera diselesaikan. Mengingat sudah 2 tahun lebih beberapa kondisi kelas tanpa ada dinding penutup. Saya akan bantu menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan Bangka Belitung,” tuturnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: