<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratBlog

Bupati Sukirman Dorong Percepatan Implementasi MPP Digital

×

Bupati Sukirman Dorong Percepatan Implementasi MPP Digital

Sebarkan artikel ini
Bupati Sukirman usai menghadiri kegiatan peresmian serta penguatan Penerapan Mal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Kamis (7/3/2024). (Foto/Fierly)
Bupati Sukirman usai menghadiri kegiatan peresmian serta penguatan Penerapan Mal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Kamis (7/3/2024). (Foto/Fierly)

JAKARTA, SOROTANBANGKA.COM – Bupati Bangka Barat, Sukirman mengikuti kegiatan peresmian serta penguatan Penerapan Mal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Kamis (7/3/2024).

Diketahui, pemerintah Indonesia saat ini sedang berfokus pada percepatan digitalisasi dalam rangka mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten
Bupati Sukirman berfoto bersama dalam kegiatan peresmian serta penguatan Penerapan Mal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Kamis (7/3/2024). (Foto/Fierly)
Bupati Sukirman berfoto bersama dalam kegiatan peresmian serta penguatan Penerapan Mal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Kamis (7/3/2024). (Foto/Fierly)

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah penerapan Mal Pelayanan Publik, yang bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai jenis layanan pemerintah dalam satu tempat.

Bupati Sukirman dalam kegiatan peresmian serta penguatan Penerapan Mal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Kamis (7/3/2024). (Foto/Fierly)
Bupati Sukirman dalam kegiatan peresmian serta penguatan Penerapan Mal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Kamis (7/3/2024). (Foto/Fierly)

“MPP adalah langkah konkret dalam upaya mengintegrasikan pelayanan publik dari berbagai instansi, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta badan usaha milik negara, daerah, dan swasta, dalam satu tempat,” ujar Sukirman.

 

Sukirman menambahkan, pihaknya bakal menerapkan program Mal Pelayanan Publik sepenuhnya di Kabupaten Bangka Barat pada Mei 2024 mendatang. Sembari mempersiapkan diri untuk transisi ke Mal Pelayanan Publik secara digital.

“Sebenarnya pelayanan sudah dilakukan di kantor DPM Nakertrans, cuma itu skala kecil. Nanti di (bulan) Mei kita persiapkan MPP secara konvensional, lokasinya di Perpustakaan Daerah sembari kita terus mendorong MPP Digital (target) di Bulan November. Kita sudah berkomitmen dan mendapatkan rekomendasi dari Kemenpan RB,” tuturnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: