BANGKA BARAT – Aktivitas kendaraan dan barang yang keluar-masuk melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mendapat perhatian lebih dari aparat kepolisian. Pengawasan diperketat untuk mencegah jalur penyeberangan tersebut dimanfaatkan sebagai akses penyelundupan pasir timah.
Langkah preventif itu dilakukan personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Barat pada Sabtu (15/8/2026) mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Petugas menyasar kendaraan beserta muatan yang hendak menyeberang menuju luar daerah.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumen kendaraan dan muatan hingga dokumen kapal seperti manifest serta surat-surat yang dibawa oleh para sopir. Petugas juga melakukan pengecekan di loket penimbangan untuk memastikan berat kendaraan yang akan menyeberang.
Tak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, personel Sat Polairud turut meminta keterangan kepada sopir mengenai asal barang yang dibawa dan tujuan pengirimannya. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat muatan yang berpotensi berkaitan dengan aktivitas ilegal.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, melalui Kasat Polairud Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, mengatakan pengawasan tersebut merupakan bentuk langkah preventif kepolisian dalam mencegah terjadinya penyelundupan komoditas timah melalui jalur transportasi laut.
“Polres Bangka Barat terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara humanis terhadap kendaraan maupun muatan yang akan menyeberang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar tidak terjadi penyelundupan timah melalui wilayah hukum Bangka Barat,” ujar Yudi Lasmono.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan agar jalur penyeberangan tetap aman dan tidak dimanfaatkan untuk membawa barang yang melanggar hukum.
Ia menegaskan, pemeriksaan dilakukan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis serta profesionalisme personel di lapangan.
“Setiap kendaraan dan muatan menjadi perhatian, terutama apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Kami mengajak masyarakat dan para pelaku usaha transportasi untuk bersama-sama menjaga agar jalur penyeberangan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal,” katanya.















