<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Perairan Babar, Yudi Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan

×

Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Perairan Babar, Yudi Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Kasat Polairud Polres Babar, Iptu Yudi Lasmono.(Foto/Fierly)
Kasat Polairud Polres Babar, Iptu Yudi Lasmono.(Foto/Fierly)

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM –Firdaus (47), seorang nelayan di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang hilang kontak saat melaut sejak Rabu (13/3/2024) lalu berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah terdampar di wilayah Sungai Lumpur, Provinsi Sumatera Selatan.

Diberitakan sebelumnya Firdaus sempat hilang kontak selama tiga hari di perairan Kabupaten Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Setelah mendapatkan informasi ada warga Babar yang hilang saat melaut, Satpolairud Polres Babar bersama tim gabungan melakukan operasi Search And Rescue (SAR), pada Sabtu (16/03/2024) pagi.

Sarpolairud bersama tim gabungan saat gelar apel sebelum operasi SAR pencarian Firdaus yang dikabarkan hilang.
Sarpolairud bersama tim gabungan saat gelar apel sebelum operasi SAR pencarian Firdaus yang dikabarkan hilang.

Kasat Polair Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono mengingatkan kepada para nelayan untuk dapat mempersiapkan segala yang dibutuhkan sebelum pergi melaut guna meminimalisir hal yang tidak diinginkan.

“Agar mempersiapkan dan mengecek kembali sarana dan prasarana kapal yang akan digunakan sebelum berlayar, baik itu bahan bakar, kondisi kapal, sampai dengan kesehatan pribadi,” ujar Yudi, pada Sabtu (16/03/2024) siang.

Menurutnya saat ini sebagian wilayah perairan di Kabupaten Bangka Barat sedang mengalami cuaca yang buruk, untuk itu dirinya menghimbau untuk siapa saja yang hendak melaut untuk mengutamakan kesehatan.

“Situasi cuaca di sebagian perairan wilayah Kabupaten Bangka Barat saat ini masih ekstrim, jadi harus berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan,” tegas Kasar Polairud Polres Babar.

 

 

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: