<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratHeadlineLokal

GM ASDP Pelabuhan Tanjung Kalian Prediksi Arus Mudik Lebaran 2024 Naik 45 Persen

×

GM ASDP Pelabuhan Tanjung Kalian Prediksi Arus Mudik Lebaran 2024 Naik 45 Persen

Sebarkan artikel ini
General Manager (GM) PT ASDP CABANG Bangka, Ardhi Ekapaty. (Foto/Fierly)
General Manager (GM) PT ASDP CABANG Bangka, Ardhi Ekapaty. (Foto/Fierly)

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM — Arus mudik di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diprediksi akan mulai mengalami peningkatan pada Sabtu (6/4/2024) mendatang.

General Manager (GM) PT ASDP CABANG Bangka, Ardhi Ekapaty mengatakan para pemudik diprediksi akan mengalami peningkatan mencapai 45 persen dibanding tahun 2023 lalu.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Proyeksi kita untuk penumpang ada pertumbuhan di angka 45 persen, 2023 itu sebanyak 26.279. Untuk 2024 proyeksi kita meningkat ke 38.178 pengguna jasa pejalan kaki,” katanya, Minggu (31/3/2024).

Kemudian kendaraan roda dua, diprediksi mengalami kenaikan sebesar 31 persen, dimana tahun 2023 lalu sebanyak 3.530 unit, menjadi 4.619 unit.

“Kendaraan roda empat, 2023 itu 5.637 naik menjadi 6.629 unit, dengan mengalami pertumbuhan sebesar 18 persen. Lalu di bis, tahun 2023 ada 38 unit, proyeksi tahun 2024 sebanyak 76 atau mengalami pertumbuhan 100 persen,” ucapnya.

Ardhi mengatakan, untuk kendaraan truk diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 45 persen, dari 1.217 pada tahun 2023, menjadi 1.777 unit di tahun 2024.

“Ini proyeksi di 2024, mudah-mudahan dengan adanya proyeksi kenaikan kita dapat melaksanakan atau membantu kelancaran bagi saudara-saudara kita yang hendak melakukan mudik dan berlebaran di kampung halaman masing-masing,” ujarnya.

Pihak ASDP Tanjung Kalian Mentok, juga mengimbau bagi calon pengguna jasa penyeberangan agar membeli tiket secara online jauh-jauh hari, supaya keberangkatan jadi terjadwal dan tidak terjadi penumpukan di kawasan Pelabuhan.

 

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: