<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Nahas! Pedagang Es di Bangka Barat Meninggal Dunia Diduga Dikeroyok

×

Nahas! Pedagang Es di Bangka Barat Meninggal Dunia Diduga Dikeroyok

Sebarkan artikel ini
Illustrasi korban pembunuhan. Foto: Internet.
Illustrasi korban pembunuhan. Foto: Internet.

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Salah seorang warga asal Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (Babar) yang diketahui bernama Apriyadi dikabarkan meninggal dunia pada Senin (8/7/2024) malam.

Namun, hingga berita ini diturunkan jumlah para pelaku yang terlibat. Yang jelas, pemuda berusia 29 tahun itu meregang nyawa setelah pulang dari sebuah acara hiburan malam di Desa Airbulin, Kecamatan Kelapa.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Informasi yang beredar di masyarakat pun masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa Sirin, sapaan akrab korban tewas sepulang dari berdagang minuman Pop Ice Cappucino. Di mana, keseharian korban memang berdagang minuman di Kelurahan Kelapa.

Tepatnya di seberang Indomaret yang ada di Kelurahan Kelapa, di samping Kantor FIF Group. Ada juga yang menyebutkan bahwa korban sedang tidak berdagang. Hanya menonton saja acara hiburan malam yang berlangsung di Desa Airbulin tersebut.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban tewas juga masih belum tahu persis di mana. Beberapa sumber menyebut, bahwa korban tewas dikeroyok di ujung Desa Airbulin. Beberapa lagi menyebut lokasinya terjadi di perbatasan antara Desa Kacung dan Dendang.

Kades Kacung, Dimas Darmawansyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun dia belum bisa memastikan lebih lanjut berkaitan dengan insiden itu terjadi di mana. Begitu juga dengan dugaan adanya dugaan keterlibatan warganya.

“Jadi berita ini masih simpang siur, kita masih melakukan pendalaman dengan pihak kepolisian. Jadi kami belum bisa memberikan keterangan. Jadi banyak versi, belum tahu kami untuk menjawab itu,” ujar Dimas saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2024) siang.

Ia mengatakan, berkaitan dengan kabar yang menyebut ada keterlibatan warga Kacung dalam insiden ini, hal tersebut masih didalami juga. Para terduga pelaku, kata dia, masih didalami siapa saja dan berapa banyak. Serta dari desa mana para terduga pelaku.

Sementara, Kasatreskrim Polres Babar AKP Ecky Widi Prawira seizin Kapolres AKBP Ade Zamrah saat dikonfirmasi juga membenarkan peristiwa itu. Kata Ecky, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman. Serta mencari para terduga pelaku yang terlibat.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: