<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Nama Sekda Bangka Barat Dicatut, Korban Tertipu Belasan Juta Rupiah

×

Nama Sekda Bangka Barat Dicatut, Korban Tertipu Belasan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM – Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Soleh dicatut orang tidak dikenal, dengan modus penjualan mobil dengan harga murah.

Muhammad Soleh baru tahu namanya dicatut setelah beberapa orang menghubungi dirinya, bahkan salah satu keluarganya telah menjadi korban.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Yang saya tahu kebetulan ada keluarga yang jadi korban, dia menjanjikan ada mobil yang dibanderol dengan harga murah. Dengan membayar DP dulu, setelah dikirim uang dia (penipu) minta lagi, baru sadar si korban ini,” katanya, Kamis (1/8/2024).

Dikatakan Muhammad Soleh, penipu mencatut namanya melalui media sosial dan nomor whatsapp 0851-8431-9096 dengan nama Soleh kapasto.

“Tahunya sejak beberapa hari lalu, saya tau karena banyak kawan-kawan yang menelpon menanyakan apakah benar ini nomor maupun Facebook saya atau bukan,” ujar Muhammad Soleh.

Setelah mengetahui namanya dicatut, Muhammad Soleh langsung membuat status di akun media sosial serta whatsapp miliknya, supaya tidak ada lagi orang yang tertipu.

“Kemudian saya buat status, terus semalam bapak dapat telepon dari keluarga, dia sampai keluar duit sebesar 15 juta rupiah. Terus ada satu lagi yang dihubungi sama orang ini, tapi belum saya tanyakan sampai keluar duit atau tidak,” katanya.

Perkara tersebut belum dilaporkan ke pihak kepolisian, namun Muhammad Soleh berpesan kepada masyarakat, jangan sampai mudah tergiur dengan modus-modus penipuan yang tidak masuk akal.

“Belum dilaporkan, ya tentunya melalui media sosial jangan diladeni, pesan kita ke masyarakat jangan mudah tergiur dengan berbagai macam mengatasnamakan siapapun dengan hal-hal yang sifatnya mungkin tidak masuk akal dengan mobil yang nilainya mahal dihargai sekian murah,” ujarnya.

 

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: