<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Dukung Pariwisata, Dinas PUPR Perbaiki Akses Jalan Kawasan Bozem

×

Dukung Pariwisata, Dinas PUPR Perbaiki Akses Jalan Kawasan Bozem

Sebarkan artikel ini
PUPR memperbaiki akses jalan kawasan Bozem. Foto: Rizki Ramadhani

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menata kawasan bozem di kampung Teluk Rubiah, Kecamatan Mentok untuk menjadi tempat wisata andalan di wilayah tersebut.

Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bangka Barat (Babar) sedang memperbaiki akses jalan dari simpang pasar mentok hingga ke simpang kantor Camat menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) Pemerintah Pusat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Tahun ini kita mendapatkan DAK dari PUPR, dalam rangka mendukung kegiatan pariwisata di kawasan bozem oleh teman-teman pariwisata. Untuk mendukung itu, kita membangun akses jalan,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Babar, Heriyandi, Minggu (25/8/2024).

Dikatakan Heriyandi, saat ini pembangunan baru tahap pemasangan yudit untuk saluran air. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp.5,65 Miliar itu, direncanakan akan rampung pada akhir bulan Desember 2024 mendatang.

“Itu dilakukan dinas PUPR dalam rangka mendukung pariwisata di kawasan bozem teluk rubiah, sedangkan prosesnya biar tidak terlihat kumuh, jalan tersebut akan dibangun saluran baru, dalam bentuk yudit dan menggunakan penutup,” ujarnya.

Setelah pembuatan saluran sepanjang 800 itu, kontraktor akan langsung melakukan pengerasan badan jalan serta membuat trotoar yang diperuntukkan untuk pejalan kaki, sekaligus mempercantik kawasan tersebut.

“Nanti rencananya pengerasan aspalnya lebar 5 meter, kemudian ada bahu beton terus atas saluran itu kita tutup untuk dijadikan trotoar, supaya lebih rapi dan cantik,” ucapnya.

 

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: