<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Dishubperkim Babar Tanggapi Kritik Warga Soal Parkir Pasar Parittiga

×

Dishubperkim Babar Tanggapi Kritik Warga Soal Parkir Pasar Parittiga

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM Terminal Bus di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikritik warga, lantaran digunakan jadi tempat parkir oleh pengunjung pasar.

Kritik tersebut dilakukan warga di media sosial dengan tulisan ‘pasar parittiga dari jaman ke jaman seperti inilah tambah kacau, terminal jadi lapak jualan motor (parkir) mau lewat jak mati setengah’ tulis Abdul Hadii.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Beragam komentar juga dilayangkan warga net, yang mengeluh situasi kawasan pasar Parittiga.

Namun hal itu, langsung dibantah oleh Kabid LLAJ Dinas Perhubungan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangka Barat, Juswardi. Menurutnya disana sudah ada petugas yang mengatur parkir kendaraan supaya tertata rapi.

“Terkait dengan anggapan terminal parittiga semrawut tidak teratur. Kami dari LLAJ mengkonfirmasi tadi itu tidak seperti itu. Setiap hari kami mengatur dari jam 6 sampai sore,” katanya, Jumat (6/9/2024).

Dikatakan Juswardi, memang pada waktu tertentu, kondisi pasar Parittiga memang ramai pengunjung, sehingga kendaraan membeludak, tapi tetap tertata rapi.

“Diatur oleh petugas di parittiga memang kondisinya pada jam tertentu dia padat tapi tetap diatur. Ruang gerak untuk sepeda motor memang agak kecil karena parkiran sampai memakai depan jalan, bukan karena tidak mengatur,” ucapnya.

Menurut Juswardi, kondisi pasar yang ramai memang harus memaksa kawasan terminal menjadi tempat parkir, supaya tidak menutup akses jalan utama.

Karena aktivitas Bus pada terminal parittiga itu dinilai juga tidak terlalu aktif, kedepan pihak Dishub Kabupaten Bangka Barat akan melakukan evaluasi penggunaannya.

“Jadi, parkir pasar dan terminal yang berdempetan. Mungkin kedepan fungsi terminal agak menurun sudah tidak begitu aktif lagi. (Jadi kedepan) Apakah terminal ini kami serahkan ke UPT Pasar atau nanti UPT parkir di sana,” ujarnya.

Juswardi mengatakan, kondisi pasar Parittiga saat ini memang ramai dibandingkan sebelumnya, hal itu dapat dilihat dari retribusi parkir yang mengalami peningkatan drastis.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: